Jakarta, RMexpose.Kebiasaan merokok dapat lebih meningkatkan infeksi TBC. Demikian sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Hsien-Ho Lin dan timnya dari Harvard School of Public Health.
Dari hasil penelitian, ada hubungan antara kebiasaan merokok, perokok pasif, dan polusi udara di dalam ruangan dari kayu bakar dan batubara terhadap risiko infeksi, penyakit dan kematian akibat TBC.
Dari sekitar 100 orang yang diteliti, ditemukan yang merokok tembakau dan menderita TBC sebanyak 33 orang, perokok pasif dan menderita TBC lima orang dan yang terkena polusi udara dan menderita TBC lima orang.
Umumnya, mereka yang terinfeksi TBC baru mengetahui saat dilakukan pemeriksaan yang menunjukkan tes kulit tuberkulin positif, menderita TBC, dan meninggal karena menderita TBC.
“Kebiasaan merokok tentunya meningkatkan risiko terjadinya TBC sebanyak dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok,” kata Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Hasbullah Thabrany saat dialog Rokok Berbahaya Dan Haram di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Rokok sudah terbukti sangat membahayakan diri dan orang lain. Dari aspek manfaat untuk badan, rokok tidak punya manfaat sama sakali untuk tubuh, sedangkan efek negatifnya sangat banyak.
“Dengan diharamkannya rokok beberapa waktu lalu, akan berdampak pada pengurangan jumlah penderita TBC. Walau- pun tidak signifikan karena masih ada faktor lain yang mempengaruhi, seperti polusi udara, namun yang pasti akan ada pengurangan,” katanya.
Hal itu dikarenakan terdapat hubungan erat antara mereka yang aktif merokok dengan terjadinya infeksi TBC dan kematian akibat TBC.
Sementara pada mereka yang terpapar polusi udara dan sebagai perokok pasif, bukti yang menerangkan ada hubungan dengan infeksi TBC masih sangat terbatas dan sedang dilakukan penelitian hingga saat ini.
Kesimpulan yang didapat untuk mencegah kejadian infeksi TBC adalah menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari terpapar udara yang dipenuhi polutan untuk kesehatan bersama
sumber : rakyat merdeka
Jumat, 18 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar