Jumat, 18 Desember 2009

Merokok Berisiko TBC

Jakarta, RMexpose.Kebiasaan merokok dapat lebih meningkatkan infeksi TBC. Demikian sebuah pene­litian terbaru yang dilakukan Hsien-Ho Lin dan timnya dari Har­vard School of Public Health.

Dari hasil penelitian, ada hu­bungan antara kebiasaan me­rokok, perokok pasif, dan polusi udara di dalam ruangan dari kayu bakar dan batubara ter­ha­dap risiko infeksi, penyakit dan kematian akibat TBC.

Dari sekitar 100 orang yang diteliti, ditemukan yang me­rokok tembakau dan menderita TBC sebanyak 33 orang, pe­rokok pasif dan menderita TBC lima orang dan yang terkena polusi udara dan menderita TBC lima orang.

Umumnya, mereka yang ter­infeksi TBC baru mengetahui saat dilakukan pemeriksaan yang menunjukkan tes kulit tuberkulin positif, menderita TBC, dan meninggal karena menderita TBC.

“Kebiasaan merokok ten­tu­nya meningkatkan risiko ter­jadinya TBC sebanyak dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok,” kata Guru besar Fakultas Kese­hatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Hasbullah Thab­rany saat dialog Rokok Berba­haya Dan Haram di Jakar­ta, beberapa waktu lalu.

Rokok sudah terbukti sangat membahayakan diri dan orang lain. Dari aspek manfaat untuk badan, rokok tidak punya man­­faat sama sakali untuk tubuh, se­dangkan efek nega­tif­nya sa­ngat banyak.

“Dengan diharamkannya ro­kok beberapa waktu lalu, akan berdampak pada pengurangan jumlah penderita TBC. Walau- pun tidak signifikan karena masih ada faktor lain yang mem­pengaruhi, seperti polusi udara, namun yang pasti akan ada pengurangan,” katanya.

Hal itu dikarenakan terdapat hubungan erat antara mereka yang aktif merokok dengan terjadinya infeksi TBC dan kematian akibat TBC.

Sementara pada mereka yang terpapar polusi udara dan se­bagai perokok pasif, bukti yang menerangkan ada hubu­ngan dengan infeksi TBC masih sa­ngat terbatas dan sedang dilaku­kan penelitian hingga saat ini.

Kesimpulan yang didapat un­tuk mencegah kejadian in­fek­si TBC adalah menghentikan ke­biasaan merokok dan meng­hindari terpapar udara yang dipenuhi polutan untuk ke­sehatan bersama

sumber : rakyat merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar