Jakarta, RMexpose.Jamkesnas telah membuahkan banyak hasil nyata yang tidak hanya berupa penjaminan dan perlindungan pelayanan kesehatan semata, tetapi juga mempercepat reformasi bidang kesehatan.
Seperti dikatakan Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Depkes Abdul Chalik Masulili. Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan pemerintah pusat maupun daerah telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara bermakna.
Dalam tiga tahun terakhir ini, keberhasilan tersebut dapat dilihat dari penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 35,0 per 1.000 kelahiran hidup pada 2004 menjadi 34,0 per 1.000 kelahiran hidup, pada 2007.
Sedangkan angka Kematian Ibu (AKI) juga mengalami penurunan dari 307 per 100.000 kelahiran hidup pada 2004 menjadi sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup pada 2007.
Demikian pula dengan masalah gizi, ada penurunan gizi kurang pada balita dari 25,8 persen pada akhir 2003 menjadi sebesar 18,4 persen pada 2007.
Sekalipun begitu, katanya, harus diakui bahwa masih banyak masalah dan tantangan dalam meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan masyarakat. Di antaranya angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi dan dalam 10 tahun terakhir ini penurunannya melandai.
Begitu juga dengan angka kematian ibu juga masih tinggi, dan upaya penurunannya dirasakan sangat sulit. Ditambah lagi masalah penyakit menular dan masalah kekurangan gizi. Serta minimnya pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin yang masih perlu terus ditingkatkan agar lebih berkualitas serta mencakup sasaran yang tepat.
Ke depan, dia berharap, untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan tersebut, menurut Chalik, perlu ada peningkatan pembiayaaan kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat. Serta peningkatan ketersediaan pemerataan dan kualitas tenaga kesehatan. Terutama di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK)
sumber : rakyat merdeka
Jumat, 18 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar