Jumat, 18 Desember 2009

57 Juta Penduduk Indonesia Mati Gara-gara Merokok






Edan, Perokok Cewek Naik Lima Kali Lipat

Jakarta, RMexpose.Jumlah perokok perempuan di Indonesia meningkat lima kali lebih banyak dibandingkan kaum pria. Ada tren jumlah perokok kaum hawa terus naik. Sementara jumlah perokok laki-laki stabil.

Di Indonesia, perokok lelaki sebanyak 65,9 persen dan 4,5 persen perempuan. Data Dirjen Pe­­ngendalian Penyakit dan Pe­nyehatan Lingkungan (DPPL) Departemen Kesehatan (Dep­kes) menunjukkan, jumlah itu terus naik, terutama perokok wanita.

“Untuk perokok pria, jum­lahnya cenderung stabil. Aneh­nya, untuk perempuan naik li­ma kali lebih banyak. Jum­lah­nya diperkirakan terus me­ning­kat tiap tahun,” ujar Dirjen Pengen­dalian Penyakit dan Pe­nyehatan Lingkungan Depkes Dr Yushar­men Dcomm, di sela-sela se­mi­nar “Sistem Cukai Tem­ba­kau yang Efektif dan Pe­ning­katan Kesehatan Mas­yarakat” di Jakarta, baru-baru.

Peningkatan tersebut di­pe­ngaruhi gaya hidup yang tidak sehat di masyarakat saat ini. Perempuan lebih banyak ter­pengaruh lifestyle yang tidak baik dibanding lelaki.

Lifestyle seperti pergaulan dengan sesama perokok dan seringnya mengunjungi tem­pat-tempat hiburan, yang ba­nyak dikunjungi kalangan pe­rokok lebih gampang mempe­ngaruhi wanita.

Dampak konsumsi rokok terhadap kesehatan tidak lang­sung terdeteksi, tapi butuh wak­­tu lama. Setelah 25 tahun mun­cul berbagai penyakit, se­perti jantung, kanker, ken­cing manis dan lainnya.

“Semakin dini seseorang mengenal rokok, semakin cepat juga terkena penyakit-penyakit itu,” ujar Yusharmen.

Berdasarkan data epide­mio­logi dari negara maju, dia­sum­sikan bahwa setengah dari 57 juta penduduk di Indonesia akan meninggal akibat berbagai penyakit yang terkait dengan konsumsi rokok.

Jika jumlah perokok pe­rem­puan di Indonesia terus me­ning­kat dari tahun ke tahunnya. Bah­­kan dengan jumlah yang ber­lipat ganda, apa jadinya anak-anak penerus generasi bangsa yang lahir dari rahimnya?

“Pembangunan Indonesia se­lama 30 tahun lebih yang su­sah-payah dilakukan pejuang ne­gara sebelumnya hancur ka­rena satu jenis barang, yaitu ro­kok. Sungguh celaka,” ujar Sua­hasil Nazara, Kepala De­par­temen Ilmu Ekonomi Fakultas Eko­nomi Universitas Indonesia.

Di masa mendatang, menu­rut dia, perlu ada pengaturan dan pencegahan yang jelas ten­tang bahaya rokok bagi mas­yarakat. Misalnya, mela­ku­kan sosia­lisasi di masyarakat tentang bahaya rokok bagi kelang­su­ngan hidup.

Seperti ketahui saat ini, se­banyak 1,5 juta orang me­ning­gal dunia akibat rokok dan 25.000 orang meninggal di an­taranya adalah perokok pasif setiap tahun.

sumber : rakyat merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar