| | ||||
Jakarta, RMexpose.Jumlah perokok perempuan di Indonesia meningkat lima kali lebih banyak dibandingkan kaum pria. Ada tren jumlah perokok kaum hawa terus naik. Sementara jumlah perokok laki-laki stabil. Di Indonesia, perokok lelaki sebanyak 65,9 persen dan 4,5 persen perempuan. Data Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (DPPL) Departemen Kesehatan (Depkes) menunjukkan, jumlah itu terus naik, terutama perokok wanita. “Untuk perokok pria, jumlahnya cenderung stabil. Anehnya, untuk perempuan naik lima kali lebih banyak. Jumlahnya diperkirakan terus meningkat tiap tahun,” ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes Dr Yusharmen Dcomm, di sela-sela seminar “Sistem Cukai Tembakau yang Efektif dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat” di Jakarta, baru-baru. Peningkatan tersebut dipengaruhi gaya hidup yang tidak sehat di masyarakat saat ini. Perempuan lebih banyak terpengaruh lifestyle yang tidak baik dibanding lelaki. Lifestyle seperti pergaulan dengan sesama perokok dan seringnya mengunjungi tempat-tempat hiburan, yang banyak dikunjungi kalangan perokok lebih gampang mempengaruhi wanita. Dampak konsumsi rokok terhadap kesehatan tidak langsung terdeteksi, tapi butuh waktu lama. Setelah 25 tahun muncul berbagai penyakit, seperti jantung, kanker, kencing manis dan lainnya. “Semakin dini seseorang mengenal rokok, semakin cepat juga terkena penyakit-penyakit itu,” ujar Yusharmen. Berdasarkan data epidemiologi dari negara maju, diasumsikan bahwa setengah dari 57 juta penduduk di Indonesia akan meninggal akibat berbagai penyakit yang terkait dengan konsumsi rokok. Jika jumlah perokok perempuan di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahunnya. Bahkan dengan jumlah yang berlipat ganda, apa jadinya anak-anak penerus generasi bangsa yang lahir dari rahimnya? “Pembangunan Indonesia selama 30 tahun lebih yang susah-payah dilakukan pejuang negara sebelumnya hancur karena satu jenis barang, yaitu rokok. Sungguh celaka,” ujar Suahasil Nazara, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Di masa mendatang, menurut dia, perlu ada pengaturan dan pencegahan yang jelas tentang bahaya rokok bagi masyarakat. Misalnya, melakukan sosialisasi di masyarakat tentang bahaya rokok bagi kelangsungan hidup. Seperti ketahui saat ini, sebanyak 1,5 juta orang meninggal dunia akibat rokok dan 25.000 orang meninggal di antaranya adalah perokok pasif setiap tahun. sumber : rakyat merdeka | ||||
Jumat, 18 Desember 2009
57 Juta Penduduk Indonesia Mati Gara-gara Merokok
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar